Janji ada sambal, ungkapan seorang pekerja kebun sawit yang bekerja di sebuah estate di Malaysia.
Ungkapan ini sebagai sebuah kalimat yang mencerminkan akan keuletan dan sifat serta sikap jimat cermat para pekerja di kebun sawit.
Ada juga saya jumpai pekerja dalam sebulan hanya membeli 10 kg beras, 1 bungkus garam, dan ajino moto.
Pekerja ini bisa hidup dengan keadaan berjimat.
Suatu hari saya menemui dan bertanya kepasa pekerja tentang bagaimana bisa hidup dengan 10 kg beras, 1 bungkus garam dan 1 bungkus ajinomoto.
Sambil senyum dia bercerita, hidup di kebun kita bisa dapatkan sayur gratis, ayam gratis, ikan gratis, bahkan kadang-kadang telur gratis.
Sembari senyum sang pekerja memperlihatkan telur ayam hutan yang didapatkannya pagi tadi dan berkata "itu telur ayam hutan gratis 3 butir,,!
Demikian juga makanan yang lainnya, seperti ikan sungai dan ayam kampung.
Mendengar kisahnya saya salut dengan keuletan dan jimat cermat yang mereka terapkan dalam dunia rantau mereka.
Maka wajar kalau dalam sebulan hanya membeli beras 10 kg, garam sebungkus dan ajinomoto sebungkus,
Mendengar kisah keuletan pekerja Indonesia di Malaysia mengingatkan saya juga dengan kisah saya bekerja di Sarawak dulu. " janji ada sambal"
Sambal bagi saya adalah penyela makan yg harus ada. Bahkan saya sudah biasa dengan hanya berlauk sambal saja, dan jika malas membuat sambal maka akan berlauk chili muda langsung dimakan dgn nasi berkuah air hangat dan garam.
Makan dengan menu yang kadang banyak orang anggap sebagai menu aneh dan menu miskin ini kadang lebih menyelerakan daripada makan kfc dan pizza.
Ringkas, simple dan mudah menyediakannya serta tentu murah dan menggugah selera mengembun liur dalam mulut bila bicara sambal.
Sesekali saya menjamu selera saya dengan kebiasaan waktu di kebun sawit dulu.
Dan setelah beralih peropesi kerja serta hidup di perkotaan ternyata selera saya masih seperti dulu "ASAL ADA SAMBAL".
Pekerja sayur, terima kasih atas cerita pengalaman hidup dan bagaimana menjadi perantau ulet dalam berjimat cermat di Negeri Orang demi keluarga di tanah air.
Karena memang dengan berjimat cermatlah menjadikan kita mamou tetap bertahan dalam situasi harga keperluan yang terus meningkat.
Salut dan bangga dengan kalian.